Gagalkan Pemasok Narkoba, Granat Apresiasi Lapas Metro


METRO—(Sakilanews) Keberhasilan Lembaga Pemasyarakatan Kota Metro Menggagalkan Upaya Penyelundupan Narkoba beberapa waktu lalu mendapat apresiasi dari Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Kota Metro, bahkan dikatakan sebagai upaya memutus mata rantai pemasok narkoba di Lapas, khususnya Lapas Metro.
Apresiasi Granat Kota Metro itu disampaikan oleh Ketua Harian, Naim Emel Prahana pada saat kesibukannya menerima beberapa tamu yang berkonsultasi di Sekretariat DPC Granat Metro, Kamis (22/01/2026).
Dalam kesempatan itu, Naim Emel Prahana yang tahun 2008 meraih penghargaan dari BNN Pusat sebagai “warga Pratama BNN” merasa apa yang dilakukan pihak Lapas Metro patut diacung jempol.
Dikatakannya, pemberantasan penyalahgunaan ilegal narkoba perlu peran serta aktif semua pihak, bukan hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Namun, elemen masyarakat harus berpartisipasi lebih konstruktif dalam rangka sosialisasi P4GN.
Selain itu, ujar penerima anugerah 40 tahun pengabdian di bidang sastra dari pemerintah melalui Kemendikbud RI tahun 2024 menjelaskan, penyalahgunaan narkoba saat ini memang kian marak.
“Oleh karenanya, upaya meminimalisir operasional jaringan (sindikat) narkoba harus dijalankan dengan penuh kecintaan terhadap bangsa dan negara,” ungkap Naim.
Kita, ujar Naim tidak boleh kendor atau hangat-hangat taik ayam dalam pemberantasan penyalahgunaan narkoba. Mulai dari tingkat RT sampai ke pusat pemerinthan. Dan, tentu pemerintah terutama di kabupaten kota harus memberikan support termasuk bantuan dana.
Juga kata wartawan senior Lampung itu, melihat perkembangan dunia narkoba yang dimanfaatkan seefisien oleh kelompok-kelompok atau oknum tertentu di tengah masyarakat, semakin maju dan profesional.
“Menghadapi organisasi peredaran narkoba untuk semua jenis seperti itu sangat dibutuhkan keseriusan, tenaga, pikiran dan finansial, untuk menyelamatkan generasi bangsa ke depan,” ungkap Naim.
Jadi, kami memberikan apresiasi tinggi terhadap keberhasilan pihak Lapas Metro menggagalkan upaya penyelundupan narkoba ke Lapas itu.
Untuk itu informasi tentang bahaya dan dahsyatnya dampak penggunaan narkoba kepada masyarakat, jangan hanya sebatas slogan. Namun, harus langsung secara teknis di lapangan. Setidak-tidaknya melakukan pemetaan wilayah penggunaan, peredaran dan jaringan narkoba.
“Informasi tersebut termasuk memberikan sosialisasi P4GN kepada lapisan masyarakat, terutama anak dan remaja, para pemuda dan orangtua. Kenapa demikian, karena masih ada orang tua menganggap sepele jika anaknya menggunakan narkoba.
“Bahkan, di kalangan PNS banyak pejabat yang tidak mengerti apa itu narkoba dan bahayanya,” tegas Naim yang biasa dipanggil ‘abang’ itu.
Dari tingkat RT, sudah saatnya ketua RT dan perangkatnya mendata warganya, termasuk prilaku yang ada di tengah masyarakatnya. Itu, untuk mendeteksi sedini mungkin adanya penyalahgunaan di wilayah RT.
“Semuanya itu jika benar pemerintah daerah yang sering diucapkan oleh pejabat tentang bahaya narkoba perhatian pemerintah serius dan tidak main-main,” jelas Naim.
Naim memberi contoh bagaimana strategi Granat Kota Metro memperoleh data penyalahgunaan dan wilayah edar narkoba. 
“Kami memiliki 700 ribu pengurus Granat, mulai tingkat kota sampai sekolah SMP, SMA, Perguruan Tinggi dan Kecamatan, di samping itu relawan Granat Kota Metro sudah lebih dari 1.300 orang,” beber Naim yang sudah terjun dan terlibat langsung pada organisasi Granat sejak tahun 1999.
Kami minta aparat penegak hukum, agar dalam melaksaakan tugas-tugas pemberantas Narkoba untuk dapat menghindari praktek kompromi(**)

Belum ada Komentar untuk "Gagalkan Pemasok Narkoba, Granat Apresiasi Lapas Metro"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel