‎Naim Emel Prahana Bawa Nuansa Kota Metro dalam Perhelatan Sastra di Tegal‎

‎
‎JAWA TENGAH, TEGAL (Sakilanews) – Peluncuran buku puisi Mozaik, yang menghimpun karya para penyair Indonesia dalam buku setebal 600 halaman, berlangsung sukses di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Tegal, Jawa Tengah. 
‎
‎Kegiatan yang menghadirkan puluhan penyair dan sastrawan dari berbagai daerah tersebut mendapat sambutan antusias dari para undangan.
‎
‎Kegiatan yang digelar Dewan Kesenian Tegal (DKT) bekerja sama dengan Dari Dunia Poci (DNP) dan diterbitkan oleh Kosa Kata Kita (KKK) Jakarta itu berlangsung pada 23–25 Oktober 2026. Salah satu rangkaian acara utamanya adalah “Hujan Puisi di Negeri Poci”, yang digelar Sabtu malam, 24 Oktober 2026.
‎
‎Acara semakin semarak dengan penampilan para siswa SMA negeri se-Kota Tegal yang membacakan puisi. Suasana juga semakin istimewa ketika sejumlah penyair yang telah dikenal di tingkat nasional tampil membawakan karya-karya mereka.
‎
‎Di antara puluhan penyair yang hadir, Naim Emel Prahana mendapat kesempatan membacakan puisinya berjudul *Berhentilah Sejenak*. Selain itu, para undangan juga menyaksikan pemutaran puisi *Sesungguhnya* karya Naim yang telah diaransemen menjadi lagu.
‎
‎Pemutaran puisi yang dilagukan tersebut berhasil menarik perhatian para undangan, termasuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal serta anggota DPRD yang hadir di ruang rapat paripurna.
‎
‎Bahkan, Wakil Wali Kota Tegal, Hj. Zakiyyatul Muthmainnah, SKM., M.Kes., menyempatkan diri berfoto bersama Naim Emel Prahana. 
‎
‎Ia mengaku selama ini telah mengenal karya-karya sang penyair, tetapi baru kali ini berkesempatan bertemu secara langsung.
‎
‎“Alhamdulillah, penyair yang selama ini saya kenal karya-karyanya, baru sekarang dapat ketemu langsung,” ujarnya.
‎
‎Suasana semakin meriah ketika lagu “Sesungguhnya” diputar. Sejumlah penyair turut menyemarakkan penampilan dengan gerakan tari balet di atas panggung, menambah warna tersendiri dalam perhelatan sastra tersebut.
‎
‎Sementara itu, Naim Emel Prahana mengaku tersanjung atas sambutan hangat masyarakat Kota Tegal. Penyair yang dikenal kerap menyebut Kota Metro itu menanggapi pengalaman tersebut dengan sederhana.
‎
‎“Alhamdulillah,” ujarnya singkat sambil menikmati kopi kesukaannya.
‎
‎Perhelatan sastra yang mengusung semangat pertemuan para penyair tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh sastra, di antaranya Prof. Dr. Priyono Ciptaherianto selaku Ketua Yayasan DNP, Kurniawan Junaidi, Adri Darmadji Woko, Suherli Andi selaku Ketua DKT, Entieh Mudzakir, Fakhrunnas MA Jabbar dari Riau, serta Bambang Widiatmoko dari Yogyakarta.
‎
‎Sekitar 45 penyair dari berbagai daerah di Indonesia turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
‎
‎Sebagai bentuk apresiasi terhadap para penulis, sebuah baliho berukuran besar dipasang di dinding Gedung DPRD Kota Tegal. Baliho itu memuat nama-nama penyair yang karyanya terangkum dalam buku Mozaik.
‎
‎Sebelum acara puncak, rangkaian kegiatan juga diisi dengan diskusi Plataran Sastra Piek Ardiyanto (almarhum) serta diskusi dan bedah buku Mozaik.
‎
‎Peluncuran buku tersebut menjadi ajang pertemuan para penyair lintas daerah sekaligus ruang apresiasi bagi karya sastra Indonesia, yang mempertemukan penulis, pembaca, dan masyarakat dalam suasana kebersamaan melalui puisi. (LC-02)
‎

Belum ada Komentar untuk "‎Naim Emel Prahana Bawa Nuansa Kota Metro dalam Perhelatan Sastra di Tegal‎"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel